EKBIS
Eddy Soeparno Optimis Ekonomi RI Tembus 5% Meski Dunia Gonjang-ganjing
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026. Ia meyakini ekonomi nasional masih mampu tumbuh di atas 5 persen, meski proyeksi global menunjukkan perlambatan.
Sebelumnya, sejumlah lembaga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berada di kisaran 4,7 persen, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen.
Namun, Eddy menilai kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat dibandingkan negara lain di tengah tekanan global, terutama akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok energi dunia.
“Memang seluruh negara akan terkena imbas perang di Timur Tengah. Namun Indonesia memiliki keunggulan sebagai eksportir sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, dan timah yang justru mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, Eddy menyoroti ketahanan sektor energi nasional. Menurutnya, Indonesia relatif mandiri dalam pasokan listrik karena memanfaatkan batu bara dan gas domestik, sehingga tidak terlalu bergantung pada impor energi seperti sejumlah negara lain.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan negara seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan yang masih sangat bergantung pada impor energi untuk menjaga stabilitas listrik.
Meski optimistis, Eddy mengakui bahwa kondisi fiskal pemerintah saat ini cukup ketat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku industri.
Ia juga mengingatkan potensi kenaikan harga bahan baku seperti plastik dan pupuk yang dapat berdampak langsung pada harga pangan dan kebutuhan rumah tangga.
“Jika harga pupuk naik, harga beras dan sayuran akan ikut naik. Begitu juga jika harga plastik meningkat, maka harga barang kebutuhan sehari-hari seperti mie instan dan air kemasan akan terdampak,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Eddy mendorong pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial serta pengendalian inflasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghematan energi bersubsidi agar anggaran dapat dialokasikan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Namun, pengelolaan kebijakan fiskal dan stabilitas harga menjadi kunci utama agar target pertumbuhan dapat tercapai. (Mun)
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
















