DUNIA
Bandar Abbas dan Qeshm Diguncang Ledakan
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru ke wilayah Iran. Di saat yang sama, belasan pesawat militer AS terpantau bermanuver di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sedikitnya 12 pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara Amerika Serikat serta satu pesawat patroli maritim dan intelijen P-8 Poseidon terlihat beroperasi di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Kehadiran armada udara tersebut dinilai sebagai bagian dari dukungan terhadap operasi tempur yang berlangsung di wilayah selatan Iran.
Pesawat-pesawat tanker itu memainkan peran penting dalam menjaga jet tempur tetap berada di udara selama operasi militer, memungkinkan pesawat tempur melakukan pengisian bahan bakar tanpa harus kembali ke pangkalan.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menilai aksi tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan jalur pelayaran internasional dan menyebut operasi militer dilakukan untuk memberikan konsekuensi kepada Iran.
Serangan itu terjadi ketika kedua negara sebenarnya masih berada dalam fase gencatan senjata dan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik bersenjata.
Namun, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi baru. Sejumlah rekaman video yang telah diverifikasi media internasional memperlihatkan kobaran api dan ledakan besar di sejumlah titik strategis, termasuk Bandar Abbas, Pelabuhan Sirik, Pulau Qeshm, hingga Pulau Kharg.
Pulau Kharg menjadi perhatian utama karena merupakan pusat ekspor minyak Iran. Kawasan tersebut selama ini menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara itu sehingga memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi perekonomian Teheran.
Media pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan mengguncang Pulau Kharg, sementara gelombang ledakan lain juga terdengar di Pulau Qeshm yang berada di dekat Selat Hormuz dan dikenal sebagai salah satu titik pertahanan strategis Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga pernah menyampaikan keinginannya untuk melumpuhkan infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas-fasilitas minyak yang berada di Pulau Kharg.
Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan menilai tindakan Washington semakin memperburuk situasi keamanan kawasan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun besarnya kerusakan akibat operasi militer terbaru tersebut.
Eskalasi ini kembali meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap keamanan Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting di dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan itu berpotensi mengganggu pasokan minyak internasional, mendorong kenaikan harga energi, dan memperbesar ketidakpastian ekonomi global.
Dengan operasi militer yang terus berlangsung dan aktivitas udara Amerika Serikat yang semakin intensif di sekitar Teluk Persia, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan meluasnya konflik yang dapat berdampak jauh melampaui kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
FOTO08/07/2026 22:00 WIBFOTO: Presiden Prabowo dan PM India Modi Kunjungi Candi Prambanan
-
NASIONAL08/07/2026 22:30 WIBKomisi III DPR Minta KPK Ungkap Tuntas Dugaan Gratifikasi Menteri Kehutanan
-
NASIONAL09/07/2026 00:00 WIBKortas Tipidkor Geledah Restoran yang Pernah Dikaitkan dengan Jampidsus
-
NASIONAL08/07/2026 23:00 WIBPencairan BPNT Tahap III Dimulai Juli 2026, Kemensos Perbarui Penerima Berdasarkan DTSEN
-
POLITIK09/07/2026 10:00 WIBBenny Harman Ingatkan Bahaya Pasal Misterius di RUU Pemilu
-
POLITIK09/07/2026 07:00 WIBBenny Harman Tolak Keras Wacana Minimal 3 Partai Usung Capres
-
NASIONAL09/07/2026 03:00 WIBBrankas Rahasia Berisi Rp60 Miliar Dibongkar Polisi
-
RAGAM09/07/2026 08:30 WIBIlmuwan Bongkar Rahasia Es Abadi Antartika

















