EKBIS
IHSG Meledak di Awal Pekan
AKTUALITAS.ID – Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan awal pekan dengan kejutan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat lebih dari 1 persen, menandakan gelombang aksi beli yang menyapu hampir seluruh sektor dan membangkitkan optimisme pelaku pasar.
Pada pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 6.245,98, melonjak 70,45 poin atau 1,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Kenaikan tajam ini menjadi sinyal bahwa minat beli investor masih sangat kuat meski ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.
Sejak pembukaan perdagangan, indeks langsung bergerak di zona hijau dan terus menguat. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.04 WIB, IHSG sempat berada di level 6.212, naik 36,94 poin atau 0,60 persen, dengan rentang pergerakan antara 6.191 hingga 6.215.
Aksi beli terlihat begitu dominan. Sebanyak 385 saham menguat, jauh melampaui 149 saham yang melemah, sementara 431 saham bergerak stagnan. Kondisi ini mencerminkan optimisme pasar yang kembali meningkat setelah beberapa waktu dibayangi tekanan eksternal.
Nilai transaksi pun sudah menembus Rp1,93 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 2,58 miliar lembar saham dalam lebih dari 283 ribu kali transaksi. Besarnya dana yang berputar sejak awal perdagangan menunjukkan aktivitas investor yang kembali bergairah.
Kapitalisasi pasar juga tetap kokoh di kisaran Rp10.838,71 triliun, memperlihatkan kekuatan pasar modal Indonesia yang masih mampu menarik minat pelaku investasi.
Meski demikian, euforia di Bursa Efek Indonesia masih dibayangi sejumlah sentimen global. Pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral utama dunia. Di saat bersamaan, perkembangan konflik di Timur Tengah juga terus menjadi perhatian karena berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan internasional.
Walau menghadapi berbagai tekanan global tersebut, penguatan IHSG pada awal pekan menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar domestik masih cukup solid. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh hasil kebijakan bank sentral dunia serta perkembangan situasi geopolitik dalam beberapa hari ke depan. (Firman/Mun)
-
NASIONAL20/07/2026 17:30 WIBBRIN Sebut Pola Komunikasi Kepala Bakom Perlu Dievaluasi
-
DUNIA20/07/2026 19:00 WIBIran Klaim Hantam Pesawat Tempur AS di Yordania
-
NASIONAL20/07/2026 17:00 WIBPengembalian Amplop Uang Raja Juli Tak Hapus Dugaan Pidana
-
NASIONAL20/07/2026 16:30 WIBAhmad Sahroni: Jangan Bawa Nama Presiden dalam Pembelaan Febrie Adriansyah
-
RIAU20/07/2026 18:00 WIBPeringati Hari Jadi Bengkalis, Pemkab Gelar Lomba Tradisional untuk Lestarikan Budaya
-
NASIONAL20/07/2026 16:00 WIBDPR Kecam Pencabulan 32 Murid SD di Makassar, Minta Pelaku Dihukum Berat
-
EKBIS20/07/2026 20:00 WIBAmran Ajak Investor Bangun Industri Susu untuk Swasembada Nasional
-
NASIONAL21/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tak Terima MBG Disebut Beban

















