POLITIK
AHY Tegaskan Demokrat Tetap Jaga Demokrasi Meski Posisi Politik Berubah
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan posisi politik partainya dapat berubah mengikuti dinamika pemerintahan, tetapi komitmen terhadap demokrasi harus tetap dijaga. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Sarasehan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat di Auditorium Yudhoyono, Jakarta.
“Jadi, posisi boleh berubah. Tetapi komitmen terhadap demokrasi tidak boleh berubah,” tegas AHY, dikutip Rabu (2/9/2026).
AHY menjelaskan, Demokrat telah melewati berbagai fase politik nasional. Partai tersebut pernah berada dalam pemerintahan selama 10 tahun, kemudian berada di luar pemerintahan, dan kini kembali menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan tersebut dinilai menjadi bagian dari proses pendewasaan politik Demokrat. Perubahan posisi tidak boleh menggeser orientasi partai untuk menjaga demokrasi dan tetap bersama masyarakat.
Memasuki usia ke-25 tahun, Demokrat menempatkan tiga agenda utama dalam perjuangannya, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
AHY menekankan pentingnya kedekatan partai dengan masyarakat. Demokrat dinilai akan kehilangan relevansi dan kekuatan moral apabila meninggalkan aspirasi rakyat.
“Ketika kita meninggalkan rakyat, saat itu pula, kita tidak lagi punya relevansi, kita tidak lagi punya kekuatan secara moral untuk bisa berbicara dan memperjuangkan isu apa pun,” ujar AHY.
Karena itu, sarasehan HUT ke-25 Demokrat dijadikan ruang untuk menerima pandangan serta masukan dari para tokoh dan akademisi.
AHY menegaskan partainya tidak hanya membutuhkan pujian atau validasi. Kritik dan masukan konstruktif diperlukan sebagai bahan evaluasi agar Demokrat tetap memahami kebutuhan masyarakat dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Dalam bidang ekonomi, AHY menekankan pertumbuhan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kemajuan tidak cukup diukur hanya melalui angka pertumbuhan, tetapi juga dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya daya beli, berkembangnya UMKM, dan naiknya taraf hidup masyarakat.
Pada agenda keadilan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dinilai harus berjalan bersama kepastian hukum serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sementara dalam bidang demokrasi, AHY memandang demokrasi bukan sekadar tujuan akhir. Demokrasi ditempatkan sebagai jalan menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Kebebasan yang bertanggung jawab dan sesuai konstitusi juga perlu dijaga. Ruang partisipasi bagi generasi muda menjadi bagian yang dianggap penting dalam proses tersebut.
Memasuki 25 tahun berikutnya, AHY meminta kader Demokrat tidak sekadar menjadi pewaris sejarah partai. Mereka didorong ikut menulis sejarah baru dengan memperkuat kedekatan kepada rakyat dan meningkatkan kontribusi bagi Indonesia.
AHY yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menilai perubahan generasi, zaman, maupun posisi politik tidak boleh membuat Demokrat kehilangan jati diri.
“Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat,” pungkas AHY.
-
NASIONAL01/09/2026 20:00 WIBDPR Minta KLB Kabut Asap Ditetapkan
-
EKBIS01/09/2026 20:31 WIBJITEX 2026 Siap Digelar di JIEXPO, Hubungkan Jakarta dengan Investor dan Buyer Global
-
DUNIA01/09/2026 21:00 WIB8 Anak Jadi Korban Ledakan Petasan India
-
JABODETABEK02/09/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Prakiraan Cuaca Jakarta 2 September
-
DUNIA02/09/2026 08:00 WIBKapal Perang Turki Diklaim Usir Kapal Israel di Mediterania
-
RIAU02/09/2026 13:15 WIBSiak Tuntas dan Kerumutan Empat Hari Tanpa Titik Api, Karhutla Riau Mulai Terkendali
-
NUSANTARA01/09/2026 23:00 WIBNgeri! Mayat Wanita Ditemukan Terbakar di Pos Ronda
-
JABODETABEK02/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka 5 Titik Hari Ini
















