Connect with us

POLITIK

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Aktualitas.id -

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono. AKTUALITAS.ID/Kiki Budi Hartawan

AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia mengajak insan pers ikut merefleksikan kinerja Bawaslu periode 2022–2027 menjelang berakhirnya masa kepemimpinan dalam beberapa bulan ke depan. Masukan dari media dinilai penting untuk melihat capaian, kekurangan, serta ruang perbaikan kelembagaan Bawaslu.

“Saya tetap sebagai seorang jurnalis yang ditempatkan di Bawaslu, saya merasa belum bekerja secara maksimal. Karena menurut Pulitzer, dia bilang satu-satunya ideologi wartawan itu adalah tidak ada keberpihakan. Satu-satunya keberpihakan adalah pada yang dhuafa, yang lemah. Keberpihakan wartawan, jurnalis hanya pada kebenaran,” kata Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono di Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).

Totok yang pernah berkarier sebagai jurnalis menempatkan pers sebagai kelompok masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab kepada publik. Karena itu, penilaian terhadap kinerja lembaga tidak cukup dilakukan oleh Bawaslu sendiri.

BACA JUGA  Bawaslu Sebut Pilbup Pangandaran Masuk Kategori Rawan Konflik

Wakil Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI itu menekankan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

“Melainkan jalan ideologi. Seperti orang berjalan menuju cahaya di dalam lorong yang gelap gulita. Sendiri, sepi, terseok-seok, itulah jurnalis. Tapi punya tujuan berjalan di ujung cahaya,” tutur Totok.

Ia juga menggambarkan perbedaan kerja jurnalis dengan profesi lain dalam memperoleh dan menggunakan informasi.

“Kalau intel, itu ada sebuah fenomena atau kejadian diinvestigasi, lalu dilaporkan kepada komandannya. Kalau preman, ada sebuah kejadian didalami, lalu dijadikan duit untuk kepentingannya,” ujar Totok.

“Tapi jurnalis, ada sebuah peristiwa diinvestigasi, dicari sudut angle yang baik, dielaborasi, lalu disampaikan kepada masyarakat tanpa berpihak, biarlah masyarakat yang akan menilai. Itulah jurnalis,” sambungnya.

BACA JUGA  Soal Sanksi Tegas Pilkada, Bawaslu Sebut Mentok di Undang-undang

Atas dasar itu, Totok meminta insan pers memberikan penilaian dan masukan terhadap perjalanan Bawaslu selama periode 2022–2027.

Ia menilai media memiliki posisi yang cukup independen untuk melihat apakah Bawaslu telah menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya secara maksimal.

“Karena itu, saya tidak banyak yang bisa saya sampaikan karena penilaiannya adalah kawan-kawan. Karena kawan-kawan tidak akan berpihak pada siapa pun kecuali pada tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu. Apakah Bawaslu sudah melaksanakan? Kawan-kawan yang lebih paham,” kata Totok.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi dari media diperlukan agar kekurangan kelembagaan dapat diperbaiki dan hal-hal yang belum maksimal dapat diperkuat ke depan.

“Kawan-kawan yang menelanjangi saya. Saya mempertanggungjawabkan ini kepada kawan-kawan, lalu kawan-kawan mempertanggungjawabkan itu kepada masyarakat. Karena itu, saya tidak bisa menilai diri saya sendiri. Kami berupaya menjadi yang terbaik, walaupun kami bukan orang yang baik,” ujar Totok.

BACA JUGA  Cak Imin Minta Kader dan Pengurus PKB Jawa Barat Menangkan Pemilu 2024

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Muamarullah, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiyawan beserta jajaran, serta sejumlah narasumber dari KPI, KIPP, dan KPP DEM.

TRENDING