Connect with us

NASIONAL

Golkar: Perdagangan Karbon Jangan Jadi Bisnis Kaum Elite

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kapoksi Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya mengingatkan pemerintah agar perdagangan karbon tidak hanya memberikan manfaat ekonomi kepada kelompok atau kalangan elite.

“Perlu juga dijelaskan adalah terkait dengan bagaimana kita berusaha mengangkat nilai-nilai manfaat ekonomi daripada perdagangan karbon. Semangat yang ingin saya sampaikan, tolong, bahwa perdagangan karbon, pesan Fraksi Golkar, jangan menjadi perdagangan kaum elite,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Bambang meminta pemerintah memberikan penjelasan lebih rinci mengenai upaya mengoptimalkan nilai dan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari perdagangan karbon.

Namun, pengembangan nilai ekonomi tersebut dinilai harus tetap memperhatikan siapa saja yang memperoleh manfaat dari mekanisme perdagangan karbon.

BACA JUGA  Bahlil Tunjuk Agus Gumiwang Jadi Ketua Dewan Pembina Golkar

Bambang menegaskan Fraksi Partai Golkar tidak ingin aktivitas perdagangan karbon hanya berputar dan memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu.

“Saya garis bawahi, bahwa jangan sampai perdagangan karbon merupakan perdagangan kaum elite,” ujarnya.

Catatan tersebut menjadi salah satu perhatian Fraksi Partai Golkar dalam pembahasan RUU Perubahan Iklim bersama KLH/BPLH.

Bambang juga menyoroti perlunya tata kelola dan pengawasan terhadap perdagangan karbon. Pengelolaan yang baik diperlukan agar mekanisme tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan yang berada di luar tujuan utama perdagangan karbon.

“Sehingga kemudian jangan sampai ini menjadi ada apa-apanya, sehingga kemudian ada yang menunggangi. Seperti itu,” kata Bambang.

Ia menempatkan persoalan manfaat ekonomi dan tata kelola perdagangan karbon sebagai bagian yang perlu diperjelas dalam pembahasan kebijakan perubahan iklim.

BACA JUGA  Belum Dapat Restu Golkar, Ridwan Kamil Bidik Pilkada Jabar dan DKI Jakarta

Fraksi Partai Golkar meminta agar pengembangan perdagangan karbon tidak berhenti pada aspek transaksi ekonomi, tetapi juga memperhatikan mekanisme pengelolaan dan pihak-pihak yang mendapatkan manfaat.

Peringatan mengenai potensi perdagangan karbon yang hanya dinikmati kelompok elite disampaikan Bambang berulang kali dalam rapat tersebut.

Ia menekankan pentingnya menjaga arah kebijakan perdagangan karbon agar tidak berkembang menjadi aktivitas yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Pembahasan perdagangan karbon tersebut berlangsung dalam agenda RDP Komisi XII DPR RI bersama KLH/BPLH yang membahas Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim.

Fraksi Partai Golkar menyampaikan sejumlah catatan dan masukan sebagai bagian dari proses pembahasan tersebut.

“Nah, kira-kira demikian. Itu exercise dari kami, Fraksi Partai Golkar. Untuk itu kami ucapkan terima kasih,” pungkas Bambang.

TRENDING