Berita
Demi Setop Lonjakan Infeksi Corona, Inggris Perketat Aturan
Pemerintah Inggris mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru untuk menghentikan lonjakan infeksi virus corona. Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (22/9) menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa kasus baru Covid-19 di seluruh dunia menyentuh level tertinggi pada pekan lalu. Pembatasan baru tersebut yakni mengharuskan kelab malam, bar, dan tempat lainnya tutup pada pukul 22.00. Restoran boleh menerima […]
Pemerintah Inggris mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru untuk menghentikan lonjakan infeksi virus corona. Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (22/9) menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa kasus baru Covid-19 di seluruh dunia menyentuh level tertinggi pada pekan lalu.
Pembatasan baru tersebut yakni mengharuskan kelab malam, bar, dan tempat lainnya tutup pada pukul 22.00. Restoran boleh menerima tamu untuk makan di tempat dalam jumlah terbatas.
Mengutip AFP, aturan baru ini akan berlaku mulai Kamis (24/9).
Pembatasan ini dilakukan ketika Inggris mencatat 4.926 kasus baru dan tambahan 37 korban jiwa dalam waktu sehari. Hingga kini ada 403.551 kasus dan 41.825 kematian karena corona di Inggris.
Pembatasan baru ini menuai kritik dari pelaku bisnis karena dianggap menimbulkan lebih banyak penderitaan bagi industri yang tengah kesulitan karena pandemi.
Sebaliknya, kebijakan baru ini justru mendapat dukungan dari warga pusat kota London. Langkah baru ini dianggap bisa menghindari mereka dari keputusan untuk penguncian (lockdown) kembali.
“Tidak semua hal berkaitan dengan uang. Ini haruslah tentang kehidupan orang-orang,” kata seorang Manajer Operasi, Francesca Galluzzo, kepada AFP.
Inggris juga batal mengizinkan penggemar olah raga menyaksikan langsung pertandingan pada bulan depan. Negara ini juga menaikkan denda bagi pelanggar aturan di bawah mekanisme pengetatan pembatasan yang luas.
Selain Inggris, sejumlah negara Eropa juga mulai memperketat kembali aturan pembatasan untuk mengendalikan penularan virus corona. Spanyol misalnya, kembali memberlakukan penguncian terhadap kota Madrid dengan membatasi pergerakan dan kontak sosial warganya.
Di seluruh Eropa, ratusan acara besar telah dibatalkan, termasuk upacara penganugerahan hadiah Novel.
WHO mengatakan 1.998.897 infeksi adalah “jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan dalam satu pekan sejak awal epidemi”. Pihaknya menambahkan bahwa jumlah kematian menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NUSANTARA20/07/2026 08:30 WIBHujan Tak Henti, Tapanuli Tengah Lumpuh Diterjang Banjir
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
DUNIA20/07/2026 12:00 WIBMojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
OTOTEK20/07/2026 12:30 WIBIlmuwan Temukan Planet Mirip Bumi yang Diduga Layak Dihuni
-
NASIONAL20/07/2026 09:00 WIBHina Wartawan, Iwakum Tuntut Hotman Minta Maaf Terbuka
-
NUSANTARA20/07/2026 07:30 WIBBPBD: Banjir Agam Dipicu Hujan Deras dan Pendangkalan Sungai

















