DUNIA
Xi Jinping Serukan Timur Tengah Lepas dari Bayang-Bayang AS
AKTUALITAS.ID – Presiden China Xi Jinping melontarkan pesan keras saat berkunjung ke Mesir. Di tengah ketegangan kawasan akibat konflik Amerika Serikat dan Iran, Xi menyerukan negara-negara Timur Tengah menolak campur tangan pihak luar dan mulai membangun arsitektur keamanan baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Rabu (2/9). Seruan itu muncul ketika posisi dan peran Amerika Serikat di Timur Tengah kembali menjadi sorotan akibat konflik yang telah mengguncang keamanan, perdagangan, hingga perekonomian kawasan.
“China mendukung negara-negara di kawasan ini dalam membangun arsitektur keamanan baru untuk Timur Tengah,” ujar Xi.
Xi menegaskan, negara-negara di kawasan harus memiliki kendali lebih besar atas persoalan mereka sendiri. Ia juga secara terbuka menolak campur tangan eksternal.
“Rakyat Timur Tengah harus tetap menjadi penguasa urusan mereka sendiri dan campur tangan eksternal harus ditolak,” tegasnya.
Xi bersama al-Sisi juga menyatakan penolakan terhadap unilateralisme dan tindakan intimidasi.
Seruan Xi tidak muncul dalam ruang kosong. Timur Tengah tengah berada dalam tekanan akibat konflik antara AS dan Iran yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Konflik tersebut disebut mengganggu perdagangan dan mengguncang perekonomian kawasan. Situasi ini sekaligus memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai seberapa jauh Washington akan mempertahankan peran strategisnya di Timur Tengah.
Dalam situasi tersebut, China justru menawarkan gagasan berbeda: keamanan kawasan harus dibangun oleh negara-negara Timur Tengah sendiri, bukan ditentukan kekuatan eksternal.
Bagi Beijing, isu keamanan bukan sekadar persoalan militer. Stabilitas jalur perdagangan dan pelayaran internasional juga menjadi kepentingan strategis.
Ketegangan di Selat Hormuz akibat perang AS-Iran turut menjadi perhatian Xi.
China menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Pesan ini memiliki arti strategis karena Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Ketika konflik mengancam stabilitas jalur tersebut, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara Timur Tengah, tetapi juga perekonomian global.
China pun mendorong apa yang disebut Xi sebagai solusi komprehensif untuk keamanan bersama di kawasan.
Xi juga menegaskan bahwa persoalan Palestina tidak boleh dikesampingkan.
Menurut dia, isu Palestina tetap menjadi inti persoalan Timur Tengah. Karena itu, penyelesaian konflik kawasan dinilai tidak akan lengkap jika persoalan Palestina terus berada di luar agenda utama.
China juga mendukung peran efektif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani persoalan di Timur Tengah.
Beijing sekaligus mendesak kekuatan eksternal meninggalkan standar ganda dalam menyikapi konflik di kawasan.
Kunjungan Xi ke Mesir menjadi momentum penting bagi hubungan China dengan Timur Tengah. Ini merupakan kunjungan pertama Xi ke kawasan tersebut dalam empat tahun terakhir.
Mesir sendiri memiliki posisi strategis. Negara itu merupakan mitra pertahanan utama Amerika Serikat dan menerima bantuan militer tahunan sekitar US$1,3 miliar dari Washington.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Kairo juga terus memperluas kerja sama ekonomi dan militer dengan Beijing.
Kondisi tersebut membuat kunjungan Xi tidak sekadar bernilai diplomatik. Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan evaluasi sejumlah negara terhadap hubungan strategis mereka dengan Washington, China terlihat semakin aktif menawarkan pengaruh dan kerja sama alternatif.
Mesir sendiri tercatat sebagai negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan China pada 1956.
Kembalinya Xi ke Timur Tengah dengan membawa seruan menolak campur tangan asing dan membangun arsitektur keamanan baru menunjukkan satu pesan penting: China ingin kawasan menentukan masa depannya sendiri – dan Beijing siap berada di dalam proses tersebut. (Mun)
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
POLITIK04/09/2026 15:00 WIBBawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu
-
EKBIS04/09/2026 12:30 WIBPertamina Batalkan Syarat STNK untuk Beli BBM
-
NASIONAL04/09/2026 09:45 WIBErna Sari Dewi: Stop Bicara Digital Desa Kalau Tak Didanai
-
JABODETABEK04/09/2026 15:30 WIBMengaku Disekap, 2 ART Akhirnya Dipulangkan Polisi
-
DUNIA04/09/2026 17:00 WIBMohsen Rezaei: Strategi Baru Iran Akan Hantam Fondasi Kekuatan AS
-
EKBIS04/09/2026 10:30 WIBDolar AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp17.632
-
EKBIS04/09/2026 20:00 WIBPrabowo Tawarkan Indonesia Jadi Gerbang Eurasia ke Pasar ASEAN
















