JABODETABEK
Polisi Tangkap Preman Pemalak Pedagang Bubur
AKTUALITAS.ID – Aksi premanisme terhadap pedagang kecil kembali terjadi di Jakarta Pusat. Seorang penjual bubur gerobakan di kawasan Tanah Abang dipalak tiga orang preman yang meminta uang keamanan sebesar Rp300 ribu. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan langsung ditindak polisi.
Seorang pedagang bubur gerobakan menjadi korban pemalakan oleh tiga orang preman di kawasan Tanah Abang. Para pelaku meminta uang keamanan sebesar Rp300 ribu dan mengancam korban apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah video aksi pelaku menghancurkan mangkok bubur milik korban beredar luas.
Dalam video itu, terlihat salah satu pelaku mengambil mangkok dari gerobak bubur milik pedagang lalu membantingnya hingga pecah dan berserakan di sekitar lokasi.
Kapolsek Metro Tanah Abang Dhimas Prasetyo membenarkan kejadian tersebut. Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga orang pelaku.
“Berhasil membawa pelaku berjumlah tiga orang bernama TDT (26), DA (36), dan OP (36),” kata Dhimas kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Ketiga pelaku diketahui merupakan warga Kampung Bali, Jakarta Pusat.
Menurut keterangan polisi, para pelaku mendatangi korban yang sedang berjualan bubur di lokasi kejadian dan meminta uang dengan dalih sebagai biaya keamanan.
“Pelapor sedang berdagang bubur di TKP, kemudian datang tiga orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp300.000 sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan,” ujar Dhimas.
Selain memalak pedagang bubur, para pelaku juga diduga melakukan aksi serupa terhadap pedagang lain, termasuk sebuah warung kopi di Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan para pelaku, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan untuk mengancam korban.
Saat ini ketiga pelaku telah diamankan di Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dari aksi pemerasan yang dilakukan para pelaku di kawasan tersebut. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
NASIONAL20/07/2026 17:00 WIBPengembalian Amplop Uang Raja Juli Tak Hapus Dugaan Pidana
-
OTOTEK20/07/2026 12:30 WIBIlmuwan Temukan Planet Mirip Bumi yang Diduga Layak Dihuni
-
EKBIS20/07/2026 10:30 WIBRupiah Ambruk! Dolar Nyaris Sentuh Rp18.000
-
NASIONAL20/07/2026 17:30 WIBBRIN Sebut Pola Komunikasi Kepala Bakom Perlu Dievaluasi
-
DUNIA20/07/2026 12:00 WIBMojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
-
RIAU20/07/2026 18:00 WIBPeringati Hari Jadi Bengkalis, Pemkab Gelar Lomba Tradisional untuk Lestarikan Budaya

















