Connect with us

NASIONAL

DPR Dukung Tato Adat Dayak Tak Jadi Penghalang Masuk TNI

Aktualitas.id -

Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Aturan ketat terkait larangan tato dalam proses seleksi prajurit TNI kembali menuai sorotan hangat. Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menilai perlu ada pembedaan yang jelas antara tato untuk sekadar gaya hidup dengan tato tradisi yang memiliki nilai spiritual dan adat.

Sarifah menegaskan bahwa tato bagi masyarakat adat seperti suku Dayak di pedalaman Kalimantan bukan sekadar lukisan tubuh untuk gagah-gagahan. Tattoo tersebut merupakan bagian integral dari warisan budaya yang dihormati.

“Kalau kita melihat, kan yang dipermasalahkan mengenai tatonya. Nah, ini kan tatonya bukan tato secara umum, melainkan tato seni dan adat. Kalau saya pribadi mendukung, tidak bisa disamakan tato umum dengan tato seni karena itu memang adatnya di Dayak,” ujar Sarifah di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

BACA JUGA  Meski Diprotes Mahasiswa, DPR Setujui RUU TNI Dibawa ke Paripurna

Politisi ini mengaku menyaksikan secara langsung makna mendalam di balik ukiran tubuh tersebut saat berkunjung ke wilayah pedalaman Dayak. Menurutnya, desain yang terpatri memiliki simbol spiritual dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai secara sembarangan.

Oleh karena itu, ia mendorong agar lembaga pertahanan memberikan dispensasi atau batasan khusus bagi calon pendaftar TNI yang berasal dari masyarakat adat pedalaman.

“Saya rasa ada kekhususan lah untuk masyarakat pedalaman yang nantinya akan mendaftar di TNI,” tegasnya.

Sarifah mengungkapkan bahwa wacana serta aturan mengenai dispensasi tato adat ini sebenarnya sudah ada sejak lama di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI, namun sosialisasi ke publik dinilai masih minim sehingga memicu salah paham.

BACA JUGA  FOTO: KWP Bersama DPR Gelar Diskusi Dalektikan Demokrasi

Persoalan ini pun kembali mencuat dalam rapat kerja terbaru antara Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Kalau mereka jadi tentara kan masalah tato ya. Kalau saya sih tidak ada masalah, karena pasti kelihatan bedanya mana tato yang untuk seni/adat, mana tato yang sekadar untuk gaya-gayaan,” pungkas Sarifah. (Mun)

TRENDING