Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Lereng Ijen Meluas ke Kawah Merapi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kawasan lereng Gunung Ijen, tepatnya di Gunung Merapi Ungup-Ungup, mencekam setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda area tersebut sejak Kamis (3/9/2026). Hingga Jumat (4/9/2026), amukan si jago merah dilaporkan makin meluas dan mengancam ekosistem hutan lindung serta cagar alam di sekitarnya.

Data aplikasi SiPongi dan laporan relawan mencatat titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) terdeteksi sejak pukul 14.52 WIB. Sebaran api terus membentang dari kawasan Alas Bulu, Wongsorejo, Ketapang, hingga Gombengsari, Kalipuro. Karhutla di lereng selatan ini merembet cepat ke arah barat, mendekati permukiman dan wilayah Tamansari, Licin.

Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen BKSDA Jawa Timur, Rusdi Santoso, mengungkapkan bahwa api mendadak muncul dari kawasan atas Pasewaran sebelum akhirnya meluas hingga puncak Merapi Ungup-Ungup. Kobaran api bahkan terlihat menyala terang dari Pos Paltuding menjelang tengah malam.

BACA JUGA  27 Hari Tangani Karhutla Riau, Kerumutan Kini Zero Titik Hotspot

“Jika dilihat dari kawah menghadap ke Merapi, api sudah menyebar ke kiri dan kanan. Sisi kiri mengarah ke Cangkringan Bondowoso, sedangkan sisi kanan menuju hutan lindung dan Cagar Alam Ijen,” terang Rusdi, Jumat (4/9/2026).

Upaya pemadaman darat hingga kini menemui jalan buntu akibat medan yang terjal, curam, dan sangat berbahaya bagi personil. Kendala akses ini membuat total luas area yang hangus terbakar belum bisa dikalkulasi secara pasti.

Menanggapi situasi kritis ini, BPBD Kabupaten Banyuwangi bersama Perhutani, BKSDA, dan Forkopimcam Licin langsung menggelar konsolidasi darurat. Pemerintah setempat mulai membentuk Posko Pengendalian Karhutla Ijen sebagai pusat komando operasional sekaligus memetakan rute penyelamatan untuk mengantisipasi api menembus permukiman warga.

BACA JUGA  Polri Instruksikan Polda Larang Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar

Tim pemantau BKSDA kini dipecah menjadi dua kelompok fokus di Blok Cangkringan dan kawasan puncak. Selain fokus pada pemadaman, pihak berwenang berkoordinasi erat dengan pelaku industri pariwisata untuk menentukan nasib keamanan jalur pendakian Kawah Ijen ke depan. (Kusuma/Mun)

TRENDING