NASIONAL
Orang Utan Sempurna Mati, DPR: Karhutla Kalbar Alarm Keras
AKTUALITAS.ID – Tragedi memilukan kembali terjadi di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama “Sempurna” akhirnya meregang nyawa akibat gangguan pernapasan parah setelah terpapar asap pekat di Kabupaten Ketapang.
Kematian satwa langka terancam punah ini memicu gelombang kritik keras terhadap penanganan karhutla yang dinilai lambat dan belum menyentuh akar masalah.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menegaskan bahwa gugurnya Sempurna bukan lagi sekadar kehilangan satu individu satwa, melainkan alarm keras bahwa krisis ekologis di Kalbar sudah melampaui batas toleransi.
“Kita semua berduka dan sangat prihatin. Ini bukan sekadar kehilangan satwa dilindungi, ini alarm keras bahwa krisis karhutla Kalbar sudah menyentuh titik yang tidak bisa lagi ditoleransi,” ujar Daniel tegas kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Politikus PKB tersebut menyoroti buruknya kualitas udara yang tak hanya membunuh satwa liar, tetapi juga mengancam jiwa warga lokal yang terpaksa menghirup racun asap setiap hari. Menurutnya, aksi heroik kelompok masyarakat sipil—seperti kelompok emak-emak “The Power of Mama” yang nekat memadamkan api dengan peralatan seadanya—harus menjadi pemukul kesadaran pemerintah pusat.
Melihat kondisi yang kian tidak terkendali di lapangan, Daniel mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak tinggal diam dan segera menetapkan status Bencana Nasional.
“Negara harus segera menetapkan status kebencanaan karhutla ini sebagai bencana nasional. Ini sudah terlambat, jangan menunggu korban jiwa terus bertambah baru mengambil keputusan,” cetusnya.
“Kami memohon kepada Bapak Presiden agar mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di atas segala pertimbangan lain, serta segera mengambil langkah extraordinary untuk mengakhiri krisis ini,” lanjut Daniel.
Sempurna pertama kali ditemukan warga dalam kondisi pingsan dan sangat lemah di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang. Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama Yayasan IAR Indonesia (YIARI) sempat mengevakuasi dan memberikan perawatan medis darurat, namun nyawa primata endemik tersebut tidak tertolong.
Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyatakan pihak medis tengah melakukan nekropsi untuk mengetahui detail kerusakan organ yang dialami Sempurna akibat racun asap karhutla. (Bowo/Mun)
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober
-
JABODETABEK20/10/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Panas Ekstrem Intai Jakarta
-
NASIONAL20/10/2026 06:00 WIBHabiburokhman: RUU Perampasan Aset Rawan Dibajak Jadi Alat Gebuk Lawan Politik
-
POLITIK20/10/2026 09:00 WIBDPR Panggil KPU-Bawaslu soal PKPU
-
OASE20/10/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bicara Air dan Kehidupan
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
JABODETABEK20/10/2026 07:30 WIBTragis! Pelajar 14 Tahun Tewas Ditabrak Pajero di Mampang

















