EKBIS
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11/2026). Di tengah sentimen global dan menguatnya dolar Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu di Negeri Paman Sam, mata uang Garuda justru mampu mencatat penguatan terhadap mata uang AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.106 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.160 per dolar AS.
Penguatan serupa juga tercermin dalam data Yahoo Finance. Rupiah tercatat berada di level Rp18.148 per dolar AS, lebih baik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.161 per dolar AS.
Di pasar spot, rupiah juga melanjutkan tren positif. Pada pukul 09.03 WIB, mata uang Indonesia berada di level Rp18.115 per dolar AS, menguat 0,25 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp18.160 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut menempatkannya di kelompok mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 0,65 persen, disusul won Korea Selatan 0,53 persen dan rupiah 0,25 persen.
Selain itu, baht Thailand menguat 0,19 persen, dolar Singapura 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, dan peso Filipina tipis 0,003 persen terhadap dolar AS.
Sebaliknya, tidak semua mata uang Asia bergerak di zona hijau. Yuan China masih melemah 0,11 persen, sementara dolar Taiwan terkoreksi 0,13 persen terhadap mata uang Amerika Serikat.
Sentimen positif bagi mata uang kawasan juga datang dari pelemahan indeks dolar AS. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia turun ke level 101,46, dibandingkan posisi sebelumnya di 101,86.
Melemahnya indeks dolar memberi ruang bagi sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk melakukan penguatan di tengah masih tingginya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan dinamika politik di Amerika Serikat.
Penguatan rupiah pagi ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik setelah sebelumnya mata uang Garuda sempat bergerak dalam tekanan akibat sentimen eksternal dan fluktuasi dolar AS di pasar internasional. Dengan tren penguatan yang terjadi sejak awal perdagangan, pelaku pasar kini menantikan arah lanjutan rupiah seiring perkembangan data ekonomi global dan hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. (Firman/Mun)
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
JABODETABEK03/11/2026 13:30 WIBPria Bawa Uang Palsu Rp20 Juta Diciduk Polisi
-
POLITIK03/11/2026 19:00 WIBPemuda LIRA Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Gibran
-
POLITIK03/11/2026 20:00 WIB4 RUU Prioritas DPR Masa Persidangan II 2026, Ada RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL03/11/2026 15:30 WIBMabes Polri Diguncang Isu Penangkapan Jenderal
-
POLITIK03/11/2026 16:00 WIBDoli: Putusan MA Tak Bisa Dianggap Persoalan Biasa
-
NUSANTARA03/11/2026 14:30 WIBBMKG: Jawa Barat Diguncang 129 Kali Gempa dalam Sebulan
-
POLITIK03/11/2026 13:00 WIBPakar Bongkar Sulitnya Hak Angket Gibran di DPR
















