NASIONAL
DPD Desak Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Perang Tarif AS
AKTUALITAS.ID – Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, meminta pemerintah agar segera menyiapkan strategi konkret dalam menghadapi dampak kebijakan tarif perdagangan yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat, *Donald Trump*.
Kebijakan yang memicu kembali perang tarif global itu dinilai bisa membawa tekanan besar pada sektor ekspor, industri manufaktur, hingga pasar modal Indonesia.
“DPD sudah melakukan diskusi internal dan menyepakati bahwa pemerintah perlu mengambil langkah awal yang konkret,” kata Sultan dalam Sidang Paripurna Ke-12 DPD RI, Selasa (15/4), di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.
🔍 Usulan Langkah Strategis dari DPD:
Sultan membeberkan sejumlah langkah yang perlu dipertimbangkan pemerintah untuk meminimalkan dampak kebijakan tersebut, antara lain:
- Mempercepat reformasi struktural, termasuk melalui deregulasi dan insentif fiskal untuk menarik investasi asing dan domestik.
- Diversifikasi pasar ekspor agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasar AS.
- Mengoptimalkan kerja sama regional, khususnya dalam kerangka ASEAN, untuk memperkuat daya tahan ekonomi kawasan.
- Menguatkan perlindungan industri lokal dan memperketat regulasi atas barang impor yang bersaing langsung dengan produk dalam negeri.
- Berhati-hati membuka keran impor, agar tidak merugikan produsen lokal di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
“Jangan sampai kebijakan impor yang longgar justru mengganggu ekosistem ekonomi domestik,” tegas Sultan.
🌍 Risiko Global, Dampak Nyata
Menurut Sultan, kebijakan tarif AS tak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga menyebar ke negara lain yang masuk dalam rantai pasokan global — termasuk Indonesia.
“Dampaknya nyata, mulai dari penurunan ekspor, fluktuasi harga komoditas, hingga tekanan terhadap industri manufaktur dan pariwisata. Bahkan, bisa menekan pertumbuhan ekonomi kita 0,3–0,5 persen,” ujarnya.
Meskipun penerapan tarif baru ini masih dalam masa jeda 90 hari, DPD menilai waktu untuk bersiap sudah semakin sempit. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar Indonesia bisa menghadapi gejolak global tanpa terguncang. (Mun/Ari Wibowo)
-
FOTO08/07/2026 22:00 WIBFOTO: Presiden Prabowo dan PM India Modi Kunjungi Candi Prambanan
-
NASIONAL08/07/2026 22:30 WIBKomisi III DPR Minta KPK Ungkap Tuntas Dugaan Gratifikasi Menteri Kehutanan
-
NASIONAL09/07/2026 00:00 WIBKortas Tipidkor Geledah Restoran yang Pernah Dikaitkan dengan Jampidsus
-
NASIONAL08/07/2026 23:00 WIBPencairan BPNT Tahap III Dimulai Juli 2026, Kemensos Perbarui Penerima Berdasarkan DTSEN
-
POLITIK09/07/2026 10:00 WIBBenny Harman Ingatkan Bahaya Pasal Misterius di RUU Pemilu
-
POLITIK09/07/2026 07:00 WIBBenny Harman Tolak Keras Wacana Minimal 3 Partai Usung Capres
-
NASIONAL09/07/2026 03:00 WIBBrankas Rahasia Berisi Rp60 Miliar Dibongkar Polisi
-
RAGAM09/07/2026 08:30 WIBIlmuwan Bongkar Rahasia Es Abadi Antartika

















