OASE
Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW yang Mengguncang Sejarah Islam
AKTUALITA.S.ID – Haji Wada atau haji perpisahan menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam. Momen ini bukan sekadar ibadah terakhir Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat, tetapi juga menjadi panggung penyampaian khutbah penutup yang sarat pesan moral, sosial, dan spiritual bagi umat manusia.
Perjalanan Rasulullah menuju Makkah pada 4 Dzulqaidah tahun 10 Hijriah ditempuh selama delapan hari. Durasi perjalanan yang lebih panjang dari biasanya mencerminkan ketenangan, kekhusyukan, dan kedalaman makna ibadah yang dijalani Nabi pada momen tersebut.
Puncak rangkaian ibadah terjadi di Arafah, saat wukuf menjadi inti dari seluruh ritual haji. Di tempat inilah Rasulullah SAW menyampaikan khutbah yang kemudian dikenal sebagai Khutbah Wada, atau khutbah perpisahan terakhir.
Dalam khutbahnya, Nabi Muhammad SAW menegaskan fondasi utama kehidupan umat manusia: tauhid dan persaudaraan. Beliau menekankan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, serta mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah sebagai kemuliaan tertinggi dalam Islam.
Rasulullah juga memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk kerusakan sosial, kekerasan, dan ketidakadilan. Hak hidup dan harta manusia wajib dijaga, sementara amanah harus ditunaikan dan pengkhianatan dikutuk sebagai ciri kemunafikan.
Pesan penting lainnya adalah penegasan larangan riba yang bersifat mutlak dalam Islam, serta perlindungan terhadap hak-hak perempuan. Nabi juga menegaskan bahwa seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT, tanpa perbedaan ras, suku, maupun status sosial. Ukuran kemuliaan hanya ditentukan oleh ketakwaan.
Dalam aspek sosial, khutbah ini juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, menjalankan dakwah dengan hikmah, memahami hukum waris (faraidh), serta menutup rapat segala pintu menuju perpecahan dan kerusakan moral, termasuk zina.
Setelah khutbah tersebut, turun ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3 yang menegaskan kesempurnaan ajaran Islam. Banyak ulama menafsirkan peristiwa ini sebagai tanda bahwa risalah kenabian telah mencapai puncaknya.
Tak lama setelah Haji Wada, sekitar tiga bulan kemudian, Rasulullah SAW wafat, meninggalkan umat dengan warisan spiritual yang lengkap dan abadi.
Dalam riwayat hadis, Rasulullah SAW juga memberikan definisi mendalam tentang identitas seorang manusia beriman. Mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman dari gangguan jiwa dan harta. Muslim adalah mereka yang menjaga lisan dan tindakannya. Mujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah. Sementara muhajir adalah mereka yang meninggalkan dosa dan kesalahan.
Haji Wada bukan sekadar penutup ibadah, melainkan titik balik sejarah Islam yang meninggalkan pesan abadi: menjaga manusia, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban berbasis iman dan akhlak. (Mun)
-
NUSANTARA11/10/2026 19:00 WIBBMKG Ungkap Daftar Daerah Siaga Banjir hingga 12 Oktober
-
DUNIA11/10/2026 21:00 WIBSakit Hati Dipecat, Eks Karyawan Hapus Ratusan Server Virtual
-
NUSANTARA11/10/2026 22:00 WIBPria 56 Tahun di Konawe Diduga Bakar Rumah karena Cemburu
-
NASIONAL11/10/2026 17:00 WIBYusril Pastikan Tak Ada yang Kebal di Kasus Lapas Cibinong
-
JABODETABEK12/10/2026 05:30 WIBAwan Hitam ‘Telan’ Matahari Jakarta di Awal Pekan
-
JABODETABEK11/10/2026 23:00 WIBPolisi Bongkar Perkembangan Baru Kasus Santriwati Bekasi
-
DUNIA11/10/2026 18:00 WIBPilot Saudia Gugur Kena Rudal Houthi di Riyadh
-
JABODETABEK12/10/2026 06:30 WIBCatat! Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 12 Oktober 2026

















